Pabrik Tas Bandung

PT. Adipura Mandiri Indotama

Konsultasi Produk

harga tas laptop

Pabrik Tas Bandung

Hubungi
Bpk Heriyan

Ibu. Delvine

Bpk. Heriyan
0818 2222 99
Ibu. Delvine
0818 2200 28
0811 2200 28

 

tas jakarta

Rek. No. 0850-3377-99, Heriyan BCA
CABANG SUDIRMAN - Bandung

tas bandung

Rek. No. 13000 1287 4437, Delvine
Mandiri - Bandung

tas troli

Rek. No. 8549-6636, Delvine DANAMON
CABANG DAGO - Bandung

 

Proposisi Nilai dan Ekuitas Brand

 

“Dekade nilai sudah di depan mata. Jika Anda tidak mampu menjual produk berkualitas bagus dengan harga terendah di dunia, Anda akan tersisih… cara terbaik untuk mempertahankan pelanggan adalah terus-menerus berpikir bagaimana memberi mereka lebih banyak dengan harga yang lebih murah.” Jack Welch, CEO, General Electric

 

UNGKAPAN terkenal Gertrude stein, “Mawar adalah mawar,” tidak pernah diindahkan oleh pemasar.Per- sepsi atas suatu objek sangat dipengaruhi oleh konteksnya. Sebagai contoh, Evian dapat menjual air seharga 28.000 Rp satu liter. Kita tidak mengatakan evian sebagai air yang dibotolkan, yang harganya paling-paling sekitar 3000 Rp satu liter. Evian juga memproduksi pelembab (moisturizer) dalam botol semprot berukuran kecil, yang harganya 144 ribu Rp (sumber www.amazon.com). Isinya adalah air, tetapi bagi penggunanya ini bermanfaat untuk menyegarkan muka di hari yang panas.

Demikian pula, kebanyakan orang tidak dapat membedakan, dalam uji-buta, antara Coca-cola dan President’s Choice Cola ( merek sebuah toko swalayan loblaw’s di Toronto, Canada ). Tetapi konsumen rela membayar lebih mahal untuk Coca-cola ketika mereka melihat brand tersebut. Ketika Coca-cola melakukan reformulasi minumannya pada tahun 1985, bangsa Amerika menjerit: “Betapa beraninya mereka (Coca-cola company) mengubah rasa minuman nasional kita!”. Brand-brand tertentu sakral bagi konsumen. Interbrand memperkirakan bahwa nama brand Coca-cola bernilai 315 triliun Rp, jauh lebih tinggi daripada nilai seluruh pabriknya.

Tidaklah berarti bahwa seni pemasaran adalah untuk memilih nama merek yang bagus, mengiklannya secara besar-besaran, dan meraih laba besar. Banyak langkah diperlukan dalam mengembangkan suatu brand yang kuat. 2 langkah utama seperti judul artikel ini.

Langkah 1 : mengembangkan proposisi nilai

a. Memilih posisi umum untuk produk.

b. Memilih posisi spesifik  untuk produk.

c. Memilih posisi nilai untuk produk.

d. Mengembangkan proposisi nilai total.

 

Langkah 2 : membangun ekuitas brand

a. Memilih nama brand

b. Mengembangkan asosiasi dan janji yang kaya untuk nama brand tersebut.

c. Mengelola semua kontak brand pelanggan sehingga kontak-kontak tersebut memenuhi atau melam- paui harapan pelanggan terhadap brand itu.

 

Mengembangkan proposisi nilai

Tidak ada perusahaan yang dapat hebat dalam segala hal. Pertama, perusahaan memiliki dana terbatas dan harus memutuskan kemana akan mengonsentrasikan dana tersebut. Kedua, memilih untuk bagus dalam suatu hal mungkin mengurangi kemungkian menjadi bagus dalam hal lain. Sebagai contoh, jika perusahaan memilih untuk memproduksi-massal suatu produk standar untuk mendapatkan biaya terendah, jenis perusahaan ini tidak leluasa memenuhi keinginan pelanggan untuk melakukan peru- bahan pada produk tersebut.

Memilih posisi umum

Apa saja alternatif posisi umum yang ada? Profesor Michael Porter, dalam buku Competitive strategy, mengusulkan tiga alternatif umum: organisasi bisnis harus memilih untuk meraih posisi diferensiasi produk, unggul biaya, atau penceruk pasar.¹

 

Dia mengingatkan perusahaan bahwa jika perusahaan ingin menjadi bagus dalam ketiga-ketiganya, tetapi tidak superior di salah satunya, perusahaan itu akan dikalahkan oleh perusahaan superior di salah satunya. Jalan tengah adalah perangkap.

 

Perusahaan biasanya tidak memiliki cukup dana untuk menjadi bagus di semua hal. Selain itu, masing-masing strategi penentuan posisi membutuhkan kultur organisasi dan sistem manajemen yang berbeda

 

Namun, beberapa kritik mengatakan bahwa beberapa perusahaan telah berhasil menjadi unggul baik dalam diferensiasi produk maupun biaya rendah. Procter & Gamble (perusahaan amerika yang memiliki 24 brand diantaranya Pantene, Oral-B, Duracell ) tidak saja merupakan perusahaan besar yang me- lakukan diferensiasi produk yang superior, melainkan juga sangat ramping dalam struktur biaya produksinya. Toyota tidak hanya memproduksi mobil-mobil berkualitas tinggi melainkan juga memproduksinya dengan biaya murah.

 

Selanjutnya, dua orang konsultan, Michael Treacy dan Fred Wiersema, mengusulkan kerangka tiga cara alternatif, yang mereka namakan displin nilai.²  Dalam industrinya, suatu perusahaan dapat menjadi pemimpin produk, perusahaan yang unggul secara operasional, atau perusahaan akrab-pelanggan.

 

Kerangka kerja ini didasarkan pada pemikiran bahwa disetiap pasar ada tiga jenis pelanggan. Beberapa pelanggan menyukai perusahaan yang menonjolkan kepemimpinan teknologi (pemimpin produk). Kelompok pelanggan yang lain tidak membutuhkan produk paling mutakhir tetapi menginginkan kinerja produk yang sangat andal dan meyakinkan (secara operasional). Kelompok pelanggan terakhir memilih perusahaan yang paling cepat tanggap dan fleksibel dalam memenuhi kebutuhan individual mereka (akrab pelanggan).

Treacy dan Wiersema melihat bahwa sulit bagi sebuah perusahaan untuk menjadi yang terbaik dalam ketiga cara tersebut, atau bahkan dalam dua cara saja. Kebanyakan perusahaan tidak memiliki dana yang cukup untuk menjadi yang terbaik dalam semual hal. Selain itu, ketiga disiplin nilai tersebut me- nuntut sistem dan sikap manajerial yang berbeda yang sering kali saling bertolak belakang.

Perusahaan yang unggul secara operasional seperti McDonald’s dan Federal Express mengoperasikan sistem yang sangat efisien yang sulit diubah-ubah. Pelanggan yang minta McDonald’s untuk memasak hamburger lebih lama atau pelanggan yang minta Fedex untuk mengambil suratnya agak lebih lambat akan membuat sistem mereka melambat.

Mereka beroperasi laksana mesin, dan itu merupakan kekuatan sekaligus kelemahan mereka. Jika mereka berusaha menjadi akrab-pelanggan dan melakukan banyak perubahan untuk memuaskan pelanggan secara individual, mereka tidak akan mampu bekerja pada tingkat efisiensi yang dijanjikan. Selain itu, mereka sulit untuk menjadi pemimpin produk. Seringnya meluncurkan produk baru akan menggangu kelancaran jalannya sistem.

Namun, disarankan agar organisasi-organisasi bisnis dalam suatu perusahaan dapat mempraktikkan disiplin nilai yang berbeda. Sebagai contoh, divisi peralatan rumah tangga General electric menerapkan keunggulan operasional, divisi plastik-rekayasanya menerapkan displin akrab pelanggan, dan divisi mesin jet-nya menerapkan kepemimpinan produk.

Memilih Posisi Spesifik

 

 

Definisi-definisi :

Proposisi nilai suatu brand adalah pernyataan mengenai manfaat fungsional dan ekspresi diri merek tersebut yang dapat memberikan nilai kepada pelanggan. Proposisi nilai yang efektif akan mengarah pada terjadinya hubungan antara merek dan pelanggan serta mendorong keputusan pembelian.

Ekuitas brand adalah seperangkat aset dan liabilitas (kewajiban) merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama, simbol, yang dapat menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa kepada perusahaan atau pada pelanggan perusahaan